FROTH FLOTATION ( Pemisahan Pengapungan
)
Pemisahan pengapungan
(Froth Flotation) yaitu proses pemisahan
mineral menjadi bijih dari pengotor dengan cara mengapungkan
bijih ke permukaan melalui pengikatan dengan buih dengan menggunakan
bahan kimia tertentu dan udara.
Teknologi
pengolahan emas dengan
froth flotation pertama kali dilakukan pada tahun 1930.
Selain pemisahan bijih emas, prosess ini banyak dipakai untuk
beberapa bijih seperti Cu, Pb, Zn, Ag, dan Ni.

Teknik pengerjaannya dilakukan dengan
cara menghembuskan udara ke dalam butiran mineral halus (telah
mengalami proses crushing) yang dicampur dengan air dan zat pembuih.
Butiran mineral halus akan terbawa gelembung udara ke permukaan,
sehingga terpisahkan dengan materi pengotor (gangue) yang tinggal
dalam air (tertinggal pada bagian bawah tank penampung). Pengikatan
butiran bijih akan semakin efektif apabila ditambahkan suatu zat
collector.

Prinsip dasar pengikatan butiran bijih
oleh gelembung udara berbuih melalui molekul collector adalah
-
Butiran zat yang mempunyai permukaan
hidrofilik akan terikat air sehingga akan tinggal pada dasar tank
penampung.
-
Butiran zat yang mempunyai permukaan
non-polar atau hidrofob akan ditolak air, jika ukuran butirannya
tidak besar, maka akan naik ke permukaan dan terikat gelembung
udara.

Kebanyakan mineral terdiri dari ion yang
mempunyai permukaan hidrofil, sehinga partikel tersebut dapat diikat
air. Dengan penambahan zat collector, permukaan mineral yang terikat
molekul air akan terlepas dan akan berubah menjadi hidrofob. Dengan
demikian ujung molekul hidrofob dari collector akan terikat molekul
hidrofob dari gelembung, sehingga mineral ( bijih ) dapat
diapungkan. Molekul collector mempunyai struktur yang mirip dengan
detergen.

Metoda ini digunakan di beberapa
industri pertambangan dengan menggunakan berbagai reagen tergantung
pada mineral yang diolah.
1. Collector / Promotors
Collector adalah reagen yang digunakan
untuk menyerap ke permukaan partikel mineral secara selektif.
Kolektor membentuk monolayer pada permukaan partikel yang pada
dasarnya membuat film tipis non-polar hidrokarbon hidrofobik.
Pemilihan kolektor yang benar sangat penting untuk pemisahan yang
efektif oleh froth flotation. Kolektor yang paling umum untuk
mineral sulfida adalah :
-
Sulfhydryl collectors untuk
aplikasi Sulphide flotation, seperti berbagai Xanth(ogen)ates [misalnya :
Potassium Amyl Xanthate (PAX) yaitu kolektor yang kuat dan umum dipakai,
Sodium Ethyl Xanthate (SEX)
yaitu kolektor dengan hasil recovey cukup selektif, Sodium Isobutyl
Xanthate (SIBX)
yaitu kolektor yang serba guna,
Sodium Isopropyl Xanthate (SIPX) yaitu kolektor dengan hasil
recovey yang paling selektif bahkan dibanding dengan SEX, K-butyl
Xanthate (KBX)]
-
Dithiophosphates, untuk
aplikasi Sulphide flotation
-
Carboxylates (misalnya :
fatty acids, sabun), untuk aplikasi Carbonate/oxide/sulphate flotation
-
Alkyl ammonium salts untuk
aplikasi Silicate/oxide flotation, misalnya : Allyl Alkyl Thionocarbamate
(aero 5415).
2. Frothers
Frothers adalah senyawa yang bertindak
untuk menstabilkan gelembung udara sehingga mereka akan tetap
baik-terdispersi dalam bubur, dan akan membentuk lapisan buih yang
stabil yang dapat dikumpulkan sebelum gelembung pecah. Jenis
frothers paling sering digunakan adalah :
-
Aliphatic alcohols [misalnya
: Methyl Isobutyl Carbinol (MIBC)],
-
Cyclic alcohols (misalnya :
pine oil, eucalyptus oil), dan
-
Aromatic alcohols (misalnya
:cresols, xylenols).
3. Modifiers / Regulators
Modifiers adalah reagen kimia yang mempengaruhi cara
kolektor menempel pada permukaan mineral. Modifiers dapat meningkatkan adsorpsi
kolektor terrhadap sebuah mineral tertentu (activators), atau mencegah kolektor
menyerap terhadap sebuah mineral (depressants)
-
pH Modifiers, kontrol
sederhana dengan menggunakan reagen kimia untuk mengendalikan kondisi pH.
Pada umumnya mineral bermuatan positif di bawah kondisi asam dan muatan
negatif pada kondisi basa. Sehingga dengan mengendalikan kondisi pH akan
membuat kolektor menyerap secara selektif terhadap permukaan mineral
tertentu..Contoh pH Modifiers : Lime (CaO) untuk menaikan pH sekaligus
sebagai depressant untuk pyrite (FeS2), Caustic soda dan soda ash
untuk menaikan pH sekaligus sebagai depressant gangue minerals, sedangkan
Sulphuric acid (H2SO4) untuk menurunkan pH.
-
Activator, yaitu
senyawa khusus yang memungkinkan kolektor menyerap ke permukaan
mineral tertentu yang sulit terserap. Contoh aktivator adalah Copper
Sulphate Pentahydrate (CuSO4) sebagai aktivator untuk sphalerite
(ZnS), pyrite (FeS2), dan galena (PbS) digunakan pada flotasi
dengan kolektor xanthate (Fuerstenau, 1985). Lead Nitrate sebagai aktivator
untuk stibnite (Sb2S3) pada batuan antimony, Sodium
sulphide sebagai aktivator untuk batuan oksida, Zinc Sulphate (ZnSO4)
sebagai aktivator untuk sphalerite (ZnS).
-
Depressant, memiliki
efek sebaliknya dari aktivator yaitu mencegah kemampuan kolektor menyerap ke
permukaan mineral tertentu. Penggunaan depresan digunakan untuk
meningkatkan selektivitas dengan mencegah satu mineral ikut mengapung
bersama mineral lainnya. Contoh depressant : Dextrin sebagai depressant
untuk carbon dan galena (PbS). Sodium Cyanide sebagai depressant untuk
pyrite (FeS2) dan sphalerite (ZnS) pada batuan base metal. Sodium
Metabisulphite (SMBS) sebagai depressant untuk pyrite (FeS2) dan
galena (PbS) pada batuan copper-lead-zinc. (Di)chromate sebagai depressant
untuk galena (PbS).Sodium Sulphite sebagai depressant untuk pyrite (FeS2)
pada batuan copper-zinc. Sodium Hydrosulfide (NaHS) sebagai depressant untuk
mineral tembaga. Sodium silicate sebagai depressant untuk quartz (SiO2).
Kalium Permanganat (KMnO4) sebagai depressant untuk Arsenite.
Carboxymethyl Cellulose (CMC) sebagai depressant untuk talc dan gangue
minerals pada batuan base metal. Citric Acid sebagai depressant untuk
batuan oksida. Zinc Sulphate sebagai depressant pada batuan base
metal. Guar Gum sebagai depressant untuk gangue minerals, partikel silicate
pada batuan base metal
|
|

Reagents yang digunakan untuk Froth
Flotation pada umumnya tidak beracun, yang berarti bahwa biaya
pembuangan / tailing menjadi rendah.
Keuntungan lain dari proses pengapungan
adalah biaya penggilingan bijih dapat diminimalkan karena pada
umumnya cukup efektif pada bijih dengan ukuran yang cukup kasar,
misalnya :
- Emas, galena = 200 microns ( #65
mesh )
- Pyrite, sphalerite = 3-500
microns ( #48-28 mesh )
- Silicates = 1000 microns ( #10
mesh )
- Coal = 2500 microns ( #8 mesh )
Froth Flotation sering digunakan
mengkonsentrasi emas bersama-sama dengan logam lain seperti tembaga,
timah, atau seng. Partikel emas dari batuan oksida biasanya tidak
merespon dengan baik namun efektif terutama bila dikaitkan dengan
emas sulfida seperti pyrite (FeS2).
Recent Search Terms :
PROSPECTORunited.com,
Negri Penambang, pertambangan emas, tambang emas
rakyat,
gold rush, pemburu emas, penambang emas, informasi teknologi
tambang, pengolahan mineral,
teknologi pengolahan emas, teknologi tambang emas,
proses mengolah emas dan perak.
Popular Search Terms :
pengolahan mineral, BUKU PERTAMBANGAN, tehnologi tambang,
TAMBANG EMAS, lokasi tambang emas, pemburu emas, Carbon In Pulp, GOLD
MINNING, GOLD REFINNING, tehnologi pertambangan, mengolah perak, jual beli
emas, mendulang emas, metode CIP,
Random Search Terms :
|