CARA PENGUJIAN MINERAL
LOGAM DASAR
Mineral pembawa emas biasanya
berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals) yang
umumnya berupa logam dasar seperti Fe, Ag, Cu, Pb, Zn, dll..
Sehingga selain menguji kandungan emas dengan menggunakan aqua
regia, kita perlu juga menguji mineral-mineral ikutan yang biasa
terbentuk dalam batuan emas. Tujuannya adalah untuk mengetahui
sejauh mana mineral logam ikutan tersebut mempengaruhi proses
metalurgi nantinya. Atau bahkan mineral logam tersebut memiliki
nilai ekonomis untuk diolah.

Di bawah ini beberapa prosedur sederhana
pengujian mineral logam dasar :
Buat larutan Schwerter dari 10 gram the
Potassium Dichromate dilarutkan dengan 21 ml. Nitric Acid (HNO3)
lalu ditambah 7 ml. aquadest
1. Perak ( Argentum / Ag )
Untuk menguji kandungan perak dalam biji /
batuan sbb. :
-
Batuan sample berupa konsentrat sebanyak
20 gr yang telah dihaluskan hingga #200 mesh
-
Masukkan ke dalam erlenmayer 250 ml,
kemudian tambahkan dengan satu bagian Nitric Acid (HNO3)
ditambah dua bagian aquadest
-
Panaskan hingga larutan susut 20% dan
asapnya tidak lagi berwarna kuning
-
Saring untuk memisahkan padatan dan
larutan dengan menggunakan kertas filter, biarkan larutan dingin.
-
Ambil 5 ml larutan ke dalam 3 (tiga) buah
tabung reaksi bersih. Ke dalam masing-masing tabung reaksi ditambahkan
beberapa tetes Asam klorida (HCl), jika hasil reaksi berwarna putih
menyerupai susu atau opal menunjukkan bahwa kualitas perak dalam sampel
sangat rendah. Sebaliknya, apabila muncul endapan kental dalam substansi,
hai ini menunjukkan batuan sample memiliki kandungan perak yang tinggi.
-
Untuk memastikan apakah reaksi no 5 di
atas menujukkan benar-benar adanya kandungan perak, lakukan pengujian lebih
lanjut dengan cara :
-
Tabung reaksi pertama, saring endapan
dengan kertas filter dan biiarkan terkena sinar matahari, bila endapan
tersebut berubah menjadi gelap saat terkena sinar matahari berarti
perak.
-
Tabung reaksi keduaI, tambahkan air panas,
bila endapan tersebut tidak terlarut berarti perak.
-
Tabung reaksi ketiga, tambahkan
Amonia lalu dikocok, bila endapan tersebut terlarut berarti perak, dan
kemungkinan besar dapat kembali diendapkan dengan cara menambahkan beberapa
tetes Asam nitrat:
2. Tembaga ( Copper / Cu )
Apabila sample dilaruukan dalam Aqua Regia,
bila lautannya berubah warna hijau kebiruan mengindikasikan adanya tembaga.

Untuk menguji kandungan tembaga
dalam biji / batuan sbb. :
-
Batuan sample berupa konsentrat sebanyak
20 gr yang telah dihaluskan hingga #200 mesh
-
Masukkan ke dalam erlenmayer 250 ml,
kemudian tambahkan dengan satu bagian Nitric Acid (HNO3)
ditambah dua bagian aquadest
-
Rebus hingga larutan susut 20% dan asapnya
tidak lagi berwarna kuning.
-
Apabila larutan menjadi berwarna biru
sudah mengindikasikan adanya kandungan tembaga.
-
Saring untuk memisahkan padatan dan
larutan dengan menggunakan kertas filter, biarkan larutan dingin.
-
Teteskan larutan hasil saringan pada
selembar kertas filter lalu teteskan larutan Schwerter, bila berwarna coklat
berarti tembaga.
3. Timbal ( Plumbum / Pb )
Untuk menguji kandungan timbal dalam biji /
batuan sbb. :
-
Batuan sample berupa konsentrat sebanyak
20 gr yang telah dihaluskan hingga #200 mesh
-
Masukkan ke dalam erlenmayer 250 ml,
kemudian tambahkan dengan satu bagian Nitric Acid (HNO3)
ditambah dua bagian aquadest
-
Rebus hingga larutan susut 20% dan asapnya
tidak lagi berwarna kuning
-
Saring untuk memisahkan padatan dan
larutan dengan menggunakan kertas filter, biarkan larutan dingin.
-
Ambil 5 ml larutan ke dalam 3 (tiga) buah
tabung reaksi bersih. Ke dalam masing-masing tabung reaksi ditambahkan
beberapa tetes Asam klorida (HCl), jika hasil reaksi berwarna putih
menyerupai susu atau opal menunjukkan bahwa kualitas perak dalam sampel
sangat rendah. Namun apabila muncul endapan kental dalam substansi, hai ini
menunjukkan kelas spesimen kualitas tinggi.
-
Untuk memastikan apakah reaksi no 5 di
atas menujukkan benar-benar adanya kandungan perak, lakukan pengujian lebih
lanjut dengan cara :
-
Tabung reaksi pertama, saring endapan
dengan kertas filter dan biarkan terkena sinar matahari, bila endapan
tersebut tidak berubah dan tetap berwarna putih berarti timbal.
-
Tabung reaksi keduaI, tambahkan air panas,
bila endapan tersebut terlarut berarti timbal.
-
Tabung reaksi ketiga, tambahkan
Amonia lalu dikocok, bila endapan tersebut tidak terlarut berarti
timbal.
4. Timah ( Stannous / Sn )
Untuk menguji kandungan timah dalam biji /
batuan sbb. :
-
Batuan sample berupa konsentrat sebanyak
20 gr yang telah dihaluskan hingga #200 mesh
-
Masukkan ke dalam erlenmayer 250 ml,
kemudian tambahkan dengan satu bagian Nitric Acid (HNO3)
ditambah dua bagian aquadest
-
Rebus hingga larutan susut 20% dan asapnya
tidak lagi berwarna kuning
-
Saring untuk memisahkan padatan dan
larutan dengan menggunakan kertas filter, biarkan larutan dingin.
-
Teteskan larutan hasil saringan pada
selembar kertas filter lalu teteskan larutan Schwerter, bila berwarna kuning
berarti timah.
5. Nikel ( Nickel / Ni )
Apabila sample dilaruukan dalam
Aqua Regia, bila lautannya berubah warna hijau mengindikasikan
adanya nickel.
Untuk menguji kandungan nikel
dalam biji / batuan sbb. :
-
Batuan sample berupa konsentrat sebanyak
20 gr yang telah dihaluskan hingga #200 mesh
-
Masukkan ke dalam erlenmayer 250 ml,
kemudian tambahkan dengan satu bagian Nitric Acid (HNO3)
ditambah dua bagian aquadest
-
Rebus hingga larutan susut 20% dan asapnya
tidak lagi berwarna kuning
-
Saring untuk memisahkan padatan dan
larutan dengan menggunakan kertas filter, biarkan larutan dingin.
-
Teteskan larutan hasil saringan pada
selembar kertas filter lalu teteskan larutan Schwerter, bila berwarna biru
berarti nikel.
6. Air RAksa ( Mercuryl / Hg )
Untuk menguji kandungan merkuri dalam biji /
batuan sbb. :
-
Batuan sample berupa konsentrat sebanyak
100 gr yang telah dihaluskan hingga #200 mesh
-
Tambahkan Aqua Regia 0,8 ml hingga reaksi
selesai (reaksi akan masif)
-
Ambil larutan Aqua Regia yg sdh disaring
tambahkan Sodium Hydroxide (NaOH) hingga pH 5 akan
muncul warna kuning lalu endapan warna oranye (HgO)
-
Tambahkan HCl lalu saring dan masukkan
paku kecil, akan muncul precipitan warna abu-abu terang, bila dijemur sambil
digosok-gosok akan terbentuk butiran=butiran merkuri.