HOME  SERVICES  KATALOG  DOWNLOADS  SUPPORT

    


Translate / Pilih Bahasa :
         


 
 
 

ARTIKEL :



 

 

 

 

 

CARBON ADSORPTION RECOVERY

 

Ion kompleks sianida-emas dengan mudah teradsorpsi ke dalam karbon aktif dan bisa didesorpsi melalui berbagai metode. Adsorpsi  ion-ion kompleks emas (khususnya ion disianoaurat (I)) pada karbon aktif merupakan dasar dari teknik modern untuk proses ekstraksi emas. Proses ini sangat efektif dan telah menjadi faktor utama dalam memperbaiki produktifitas industri tambang emas selama 25 tahun terakhir (S.,Mansooreh, Tahereh Kaghazchi,2007). Proses Sianida yang didasarkan pada recovery melalui adsorpsi kabon aktif dari larutan pelindian yang mengandung emas low-grade (konsentrasi) telah dikembangkan sejak 1970-an dan sampai sekarang 85% recovery emas telah dilengkapi dengan teknik ini.

Emas dan perak yang dapat di adsorpsi berbentuk ion Au(CN)2- dan Ag(CN)2-. Terjadinya adsorpsi dimulai dengan adanya kontak antara permukaan karbon aktif dengan ion emas-perak. Reaksinya :

2Au (CN)2- + Ca2+ + 2C → Ca[C-Au(CN)2]2
2Ag (CN)2- + Ca 2+ + 2C → Ca[C-Ag(CN)2]2 

Tiga variasi proses pada karbon adsorption yang telah dikembangkan didasarkan pada teknik pelindian dalam ekstraksi padat-cair dan sifat-sifat kimia serta fisika dari bijih, yaitu :

  • Carbon-In-Pulp ( CIP )

  • Carbon-In-Leach ( CIL )

  • Carbon-ln-Column ( CIC )

Karbon aktif dapat digunakan pada larutan kaya yang sudah jernih melalui kolom (Carbon ln Column-CIC) maupun pada tangki pelindian, baik itu dengan cara menggantungkan karbon yang terletak pada kantong permeable (Carbon In Leach-CIL) maupun dengan mencampurkan karbon aktif langsung pada bubur campuran bijih (Carbon In Pulp-CIP). 

Proses CIP digunakan dalam proses pelindian terdiri dari waktu pengadukan yang lama dan penambahan karbon aktif dengan ukuran 1-3 mm terhadap bubur (padatan dan cairan) setelah selesai proses pelindian. Dengan cara ini, emas yang terkandung pada fase cair akan teradsorp pada permukaan karbon aktif. Proses CIL diterapkan jika pelindian dilakukan dengan pengadukan dalam waktu yang singkat (kurang dari 10 jam) dan/atau jika emas pada fase cair diadsorp lagi ke permukaan fase padat residu melalui efek material berkarbonasi atau mineral lempung pada bijih. Proses ini lebih ekonomis karena pelarutan dan adsorpsi dilakukan pada tangki yang sama secara serempak dengan penambahan karbon aktif selama pelindian. Proses ketiga adalah (CIC) digunakan dalam ekstraksi padat-cair dimana residu padatan dan larutan leaching diperoleh secara terpisah misalnya heap leaching. Larutan hasil pelindian dilewati melalui kolom adsorpsi yang mengandung karbon aktif untuk mendapatkan logam emasnya (Gonen, N., dkk, 2006).

mengolah emas dengan metode carbon in pulp

Dengan kemampuan ekstraksi emas berkisar 85 – 98 %, pada umumnya metode CIP dan CIL digunakan untuk biji dengan grade tinggi. Namun ada beberapa kelemahan CIL dibandingkan dengan CIP. Proses CIL cenderung kurang efisien, dalam hal pemulihan emas, dibandingkan konvensional ke leach-rute CIP (Davidson, 1988).  Karbon aktif akan memuat 20 sampai 30% lebih sedikit dibandingkan dengan CIP, yang berarti CIL yang memerlukan yang lebih besar kebutuhan karbon aktif dalam proses mengikat emas.

Proses selanjutnya dilakukan pemisahan emas dari karbon yang dapat dilakukan dengan beberapa cara :

  1. Roasting, dengan membakar karbon aktif yang sudah mengandung emas sehingga yang akan tertinggal berupa abu dan logam emas.

     

    Karbon aktif yang telah melewati proses leaching kemudian dimasukkan ke dalam sebuah tangki pembakaran yang pada bagian tengahnya dilengkapi saringan (screen) untuk menopang karbon aktif. Sedangkan bagian bawahnya terdapat saluran udara untuk mengalirkan udara. Udara yang dialirkan berguna agar proses pembakaran karbon aktif yang diletakkan diatas screen dapat berlangsung terus-menerus dengan bantuan blower listrik.

    Cara ini paling sederhana namun bila terdapat kandungan merkuri dalam karbon tersebut akan menghasilkan asap merkuri yang beracun yang akan membayakan penambang dan lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, pada alat roaster karbon perlu dilengkapi pipa destilasi agar uap merkuri terkondensasi dalam wadah berisi air.

  1. Elution, merupakan proses desorpsi emas-perak dari karbon aktif. Desorpsi adalah pelepasan molekul atau ion dari permukaan suatu adsorben. Ion yang akan dilepaskan ialah Au(CN)2- dan Ag(CN)2- yang terserap pada permukaan karbon aktif. Pelepasannya dilakukan dengan cara mengontakkan karbon aktif yang telah bermuatan emas-perak tersebut dengan suatu larutan tertentu. Proses ini pertama kali ditemukan oleh Zadra pada 1950, karena prosesnya dilakukan pada tekanan atmosfer, maka disebut proses desorpsi Zadra Atmosfer.

    Pertama-tama dilakukan pencucian dengan asam (Acid wash) menggunakan HCL 3% dengan suhu kamar selama 4-5 menit untuk menghilangkan kotoran dan senyawa inorganik seperti CO3 2- (karbonat) yang ikut teradsorpsi pada permukaan karbon. Reaksi pencucian dengan asam :

    CaCO3 + 2HCl → Ca 2+ + 2Cl - + CO2 + H2O
    2Ca[C-Au(CN)2-]2 + 4H + → 2Ca 2+ + 2[C-Au(CN)2-]+ 4HCN

    Asam lain juga bisa digunakan, namun bila menggunakan HNO3 penggunaannya harus di perhatikan benar karena asam ini lebih oksidatif, agar karbon (C) tidak teroksidasi menjadi CO2,

    Setelah dicuci dengan air bersih, lalu dengan cara merendam karbon (carbon stripping) tersebut pada larutan STRIP SOLUTION dalam tangki  yang mengandung NaOH 3% dan NaCN 3% dan dipanaskan sampai mendekati temperatur didih air (80 – 90 oC) pada tangki baja  (stainless steel) selama paling tidak 2 hari untuk melepaskan Au-Ag dari karbon.

    Reaksi pelepasan Au-Ag :

    C-Au(CN)2- + NaCN → Na + +Au (CN)2- +C
    C-OH + OH- → C-O- + H2O

    Beberapa alternatif komposisi Stripping Solution lainnya :

    Larutan hasil proses ini kemudian diolah dengan proses merill crowe di atas atau dengan cara electrowinning.

  1. Carbon Regeneration. Sedangkan karbon yang masih kasar (diameter > 1 mm) dapat digunakan kembali untuk proses penyerapan sampai 5 kali. Lebih dari itu karbon perlu diaktifkan kembali (reaktivasi karbon) dengan cara dicuci dengan HCl panas (85  oC) dan dilanjutkan dengan pemanggangan pada temperatur 650 o s/d 750 oC.

 

 

 

 

 


Karbon aktif adalah material yang berbentuk butiran atau bubuk yang berasal dari material yang mengandung karbon misalnya arang tempurung kelapa, arang kayu, batu bara, dan sebagainya.

Melalui proses aktifasi, arang akan mengalami proses pembentukan pori-pori (developed porous structure), arang akan ditreatmen dengan oksidasi gas: Steam, CO2, dan O2 pada suhu elevasi. Di dalam proses aktivasi arang mengalami reaksi dengan zat pengoksidasi dan hasil reaksi CO menghamburkan pembentukan luas permukaan arang. Akibat gasifikasi dari partikei arang, granul atau butiran membentuk “pori-pori dalam” pada arang, maka inilah yang disebut arang aktif (Activated Carbon) .

 


 

Recent Search Terms :

PROSPECTORunited.com,  Negri Penambang, pertambangan emas,  tambang emas rakyat, gold rush, pemburu emas, penambang emas, informasi teknologi tambang, pengolahan mineral, teknologi pengolahan emas, teknologi tambang emas, proses mengolah emas dan perak.


Popular Search Terms :

pengolahan mineral, BUKU PERTAMBANGAN, tehnologi tambang, TAMBANG EMAS, lokasi tambang emas, pemburu emas, Carbon In Pulp, GOLD MINNING, GOLD REFINNING, tehnologi pertambangan, mengolah perak, jual beli emas, mendulang emas, metode CIP,


Random Search Terms :