HOME  SERVICES  KATALOG  DOWNLOADS  SUPPORT

    


Translate / Pilih Bahasa :
         


 
 
 

ARTIKEL :



 

 

 

 

 

ELECTROWINNING

 

Electrowinning ( EW ) adalah cara paling efesien digunakan dalam ekstraksi  emas dan perak yang terdapat di air kaya / PLS ( Pregnant Liquid Solution ) yang melibatkan penggunaan larutan alkali sianida sebagai larutan elektrolit, dengan memberikan ion listrik searah pada elektroda yang digunakan sehingga terjadi proses reduksi-oksidasi ( prinsip elektrolisis / reaksi redoks ) dalam suatu sel.

Elektrolisis adalah peristiwa penguraian elektrolit oleh arus listrik searah dengan menggunakan dua macam elektroda dalam sel elektrokimia yang disebut sel elektrolisis. Prinsip elektrolisis pertama kali digunakan dalam proses recovery emas di Witwatersrand pada tahun 1894 ( Johnson, 1912 ).

Reaksi sel yang terjadi adalah :

Anoda : 2OH- → O2 + H2O + 2e-
Kotoda : 2Au(CN)2- + 2e- → 2Au + 4CN-
Overall : 2Au(CN)2- + 2OH- → 2Au + O2 + H2O + 4CN
-

Reaksi electrochemical dalam proses elektrowining emas sebagai berikut :

Au(CN)2- + e- → Au + 2CN- (1)
E = -0.6 + 0.059*log [Au (CN)
2-] – 0.118 log [CN-]
O
2 + 2H2O + 4 e-
4 OH- (2)
2 H
2O + 2e-
H2 + 2OH- (3)
E = -0.4 – 0.059 log [OH
-]
2 H
2O
4 H+ + O2 + 4 e- (4)
E = -0.83 – 0.059 log [OH
-]
2OH
- + CN-
CNO- + H2O + 2 e- (5)
E = -0.97-0.0295log [CN
-] + 0.0295 log [CNO-] - 0.059 log [OH-]

 

rectifier electrowinning

Prinsip elektrolisis pada electrowinning terdiri dari tiga komponen utama, yaitu : larutan elektrolit ( larutan alkali sianida ). sumber arus searah ( Rectifier ), elektroda ( anoda dan katoda ) dalam sebuah kompartemen.,

Elektroda tersebut adalah katoda ( elektroda yang dihubungkan dengan kutub negatif ) dan anoda ( elektroda yang dihubungkan dengan kutub positif ). Jumlah katoda pada proses elektrowining lebih banyak dari pada anoda. Dimana Katoda = Anoda +1

Elektroda dapat menggunakan :  

sel anoda katoda

Pada sel elektrolisis energi listrik menyebabkan terjadinya reaksi kimia. Dalam larutan elektrolit, zat terlarut mengalami ionisasi. Kation ( ion positif ) akan bergerak ke katoda, dan anion ( ion negatif ) akan bergerak ke anoda. Elektroda tersebut adalah katoda ( elektroda yang dihubungkan dengan kutub negatif ) dan anoda
( ektroda yang dihubungkan dengan kutub positif ). Pada anoda terjadi reaksi oksidasi, yaitu anion ( ion negatif ) ditarik oleh anoda dan jumlah elektronnya berkurang sehingga bilangan oksidasinya bertambah, sedangkan pada katoda terjadi reaksi reduksi.

Pada elektrolisis, potensial sel ditentukan untuk mengetahui elektroda mana yang akan berperan sebagai elektroda positif dan negatif. Harga potensial oksidasi-reduksi biasanya dinyatakan sebagai potensial reduksi standar, yaitu potensial reduksi bila pereaksi dan hasil reaksi mempunyai aktivitas satu ( a=1 ) dan reaksinya reduksi. Jika potensial reduksi positif berarti mudah tereduksi, tetapi jika negatif berarti sukar tereduksi ( mudah teroksidasi ).

tabel potensial standar

Dari tabel di atas, contoh penggunaan sel elektroda dimana besi merupakan suatu katoda dengan harga potensial reduksi +0,77 volt dan aluminium sebagai anoda dengan potensial reduksi -1,66 volt.

Metode ini hanya dapat dilakukan untuk logam-logam yang keelektropositifannya rendah seperti Cu, Sn, Pb, Ag, Au, Zn, Cr, dan Ni. Jadi metode ini digunakan untuk logam yang tidak bereaksi dengan air, mudah dioksidasi pada anoda, dan mudah direduksi pada katoda. Proses ini akan menghasilkan endapan lumpur logam ( slime ) yang biasanya tidak ikut menempel di kutub katoda ( karena tidak larut ). Selanjutnya slime ini yang harus diolah lagi melalui peleburan dengan menambahkan flux lagi seperti borax untuk ikat pengotor. Logam campur (bullion) yang dihasilkan selanjutnya dilanjutkan ke tahap pemurnian.

Pada proses electrowinning akan melepaskan gas H+ membuat pH menjadi turun sehingga berisiko mengasilkan gas HCN. Gas ini sangat berbahaya dan bersifat korosif terhadap anoda, untuk itu larutan alkali sianida harus dijaga pada pH 12,5.

Calcining ( Kalsinasi )

Sebelum peleburan, terlebih dahulu katoda ( steel wool ) dikalsinasi dalam oven dengan suhu tinggi. Tujuan dari kalsinasi adalah untuk mengoksidasi steel wool dan kotoran logam dasar seperti tembaga. Kotoran oksida akan dengan mudah terangkat ke atas bersama slag pada saar proses peleburan berikutnya. Apabila tanpa perlakuan kalsinasi di awal, saat peleburan akan membutuhkan  fluks dalam jumlah yang lebih banyak..

Katoda ( steel wool ) yang telah berisi cake ( lumpur hasil EW ) diangkat dari sel kompartemen kemudian ditaruh di dalam nampan stainless steel yang kemudian ditempatkan ke dalam oven kalsinasi dengan suhu 750o C. Perlu diperhatikan, pada saat menaruh steel wool di nampan stainless steel, diberi jarak antara steel wool dengan dasar agar udara (oksigen) dapat tersirkulasi dengan baik sehingga seluruh permukaan dapat teroksidasi dengan merata. Agar temperatur terjaga dengan konstan, oven sebaiknya dilengkapi.dengan thermostate dan panel thermo control.

 

 

 

 

GLOSSARY

Sel volta ( sel galvani ) :
Sel elektrokimia di mana reaksi oksidasi-reduksi spontan terjadi dan menghasilkan beda potensial. Dalam sel galvani energi kimia diubah menjadi energi listrik

Elektroda hidrogen:
Elektroda standar yang mempunyai potensial 0 volt

Potensial standart : Potensial suatu elektroda yang dihubungkan dengan
elektroda hidrogen standart.

Sel elektrolisis : Sel elektrokimia yang dapat mengubah energi listrik menjadi reaksi kimia.

. 


 

Recent Search Terms :

PROSPECTORunited.com,  Negri Penambang, pertambangan emas,  tambang emas rakyat, gold rush, pemburu emas, penambang emas, informasi teknologi tambang, pengolahan mineral, teknologi pengolahan emas, teknologi tambang emas, proses mengolah emas dan perak.


Popular Search Terms :

pengolahan mineral, BUKU PERTAMBANGAN, tehnologi tambang, TAMBANG EMAS, lokasi tambang emas, pemburu emas, Carbon In Pulp, GOLD MINNING, GOLD REFINNING, tehnologi pertambangan, mengolah perak, jual beli emas, mendulang emas, metode CIP,


Random Search Terms :