HOME  SERVICES  KATALOG  DOWNLOADS  SUPPORT

    


Translate / Pilih Bahasa :
         


 
 
 

ARTIKEL :



 

 

 

 

 

FAKTOR-FAKTOR Yang MENGGANGGU
Dalam PROSES PENGOLAHAN EMAS
Dengan SIANIDA

  

Proses pengolahan emas dengan sianidasi yang optimal akan sulit tercapai apabila bijih yang dikerjakan berasal dari beberapa jenis dengan tanpa diketahui sifat khas bijihnya. Sehingga proses sianidasi akan melibatkan aneka ragam reaksi samping, akibatnya kelarutan emas (Au) tergantung pada tipe dan jumlah unsur pengotor yang terlarut. Dengan demikian, jenis batuan mineral atau jenis bijih emas sangat mempengaruhi persen rekoveri yang dihasilkan.

Menurut Vaughan (1988), proses kelarutan emas menjadi senyawa kompleks emas-sianida dapat terganggu oleh beberapa hal yang berhubungan dengan adanya mineral-mineral pengotor (gangue) dan sejumlah masalah yang sering muncul sbb :

  1. Cyanides dan oxygen consumers.

    Oksigen dan sianida sangat diperlukan pada proses sianidasi bijih emas, karena kecepatan reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi kedua senyawa ini. Oleh karenanya kehadiran cyanides dan oxygen consumerr sangatlah tidak diharapkan. Cyanides adalah mineral atau senyawa kimia yang dapat bereaksi mengkonsumsi sianida, sedangkan oxygen consumers adalah sesuatu yang bereaksi dengan oksigen di dalam larutan sianida selama proses leaching. Keduanya sama-sama tidak diharapkan selama proses produksi berlangsung, karena akan mengakibatkan sianidasi terhambat. Untuk mengantisipasi hal tersebut dapat ditambahkan kation Pb2+ menggunakan Lead Nitrate.

    Unsur-unsur ekstra pengganggu, seperti digambarkan di atas di antaranya :

    • Mineral tembaga seperti chalcocite (Cu2S), chalcopyrite (CuFeS2), bornite (FeS.2Cu2S.CuS), malachite [CuCO3.Cu(OH)2], dan azurite [2CuCo3.Cu(OH)2] bereaksi dengan cepat dan akan larut dalam larutan sianida sehingga menyebabkan peningkatan penggunaan sianida, tembaga-sianida kompleks yang terbentuk akan cenderung menghambat pembubaran emas dalam larutan sianida.

     

      Untuk mengatasi kondisi ini, dapat menggunakan Sodium Hydrosulphide (H2S) agar tembaga terpresipitasi dari solusi.

    • Zink, unsur yang digunakan untuk mengendapkan emas dari solusi, apabila hadir dalam bijih seperti sphalerite (ZnS), akan bereaksi dengan sianida untuk membentuk senyawa seng sianida akan memdorong emas terpresipitasi dari solusi :
      2 AuCN + Zn → 2 Au + Zn(CN)2

    • Unsur lain adalah nikel, meskipun tidak sampai mengganggu kelarutan emas dalam sianidasi, tetapi (seperti halnya dengan seng) dapat mengakibatkan pengendapan emas dari larutan sianida.

    • Kehadiran unsur arsenik seperti pada arsenopyrite (FeS2.FeAs2 atau FeAsS), realgar (AsS), dan orpiment (As2S3) dan unsur antimon pada  stibnite (Sb2S3) dapat menimbulkan masalah yang lebih besar. Dimana bila unsur-unsur tersebut hadir ketika bereaksi dengan sianida akan sangat mengkonsumsi oksigen sehingga mengurangi kecukupanjuoksigen dalam prroses sianidasi emas (Hedley and Tabachnick, 1968). Selain itu, kehadiran pyrrhotite juga cukup mengganggu karena juga bersifat oxygen consumers.

     

  2. Adsorbsi larutan emas

    Emas dapat juga hilang selama proses sianidasi karena adanya adsorpsi ke dalam bahan carbonaceous ores dan bahan organik seperti kayu, batu bara, dll. Adsorpsi adalah proses dimana molekul komples emas dalam larutan sianida berinteraksi dengan material tersebut yang prosesnya serupa dengan proses penyerapan ke dalam karbon aktif.

     

  3. Halangan selama proses produksi (blockage)

    Mineral-mineral liat (clay) karena ukurannya yang sangat kecil terkadang menjadi penghalang (blockage) sehingga menghalangi mobilisasi emas selama proses produksi. Selain itu, karena ukurannya yang sangat halus juga mengisi pori-pori karbon aktif sehingga menghalangi ion-ion kompleks emas teradsorpsi oleh karbon aktif.

    clay

     

      

     

     

     

     

     

     

 

 

 

 

Kehadiran mineral cyanides dan oxygen consumers sangatlah tidak diharapkan dalam proses sianidasi. Mineral cyanides akan membuat kecukupan free cyanide sulit terjaga sehingga konsumsi sianida menjadi tinggi. Demikian pula halnya mineral yang bersifat oxygen consumers, kehadiran mineral ini membuat kecukupan oksigen terlarut tidak dapat terpenuhi.

Dengan tidak terpenuhi kecukupan free cyanide muapun oksigen terlarut akan membuat proses pelarutan menjadi lambat bahkan terhenti. Resiko lain yang mungkin terjadi adalah bila kondisi tersebut terjadi sedangkan mineral pengotor seperti seng (Zn) cukup dominan, akan mendorong emas yang sudah terlarut terpresipitasi kembali.

 


 

Recent Search Terms :

PROSPECTORunited.com,  Negri Penambang, pertambangan emas,  tambang emas rakyat, gold rush, pemburu emas, penambang emas, informasi teknologi tambang, pengolahan mineral, teknologi pengolahan emas, teknologi tambang emas, proses mengolah emas dan perak.


Popular Search Terms :

pengolahan mineral, BUKU PERTAMBANGAN, tehnologi tambang, TAMBANG EMAS, lokasi tambang emas, pemburu emas, Carbon In Pulp, GOLD MINNING, GOLD REFINNING, tehnologi pertambangan, mengolah perak, jual beli emas, mendulang emas, metode CIP,


Random Search Terms :