HOME  SERVICES  KATALOG  DOWNLOADS  SUPPORT

    


Translate / Pilih Bahasa :
         


 
 
 

ARTIKEL :



 

 

 

 

 

GOLD  COMMINUTION
( Kominusi Batuan Emas )

 

Kominusi merupakan salah satu tahapan pada pengolahan bijih, mineral atau bahan tambang. Kominusi adalah proses reduksi ukuran dari ore agar mineral berharga yang mengandung emas dengan tujuan untuk membebaskan ( meliberasi ) mineral emas dari mineral-mineral lain yang terkandung dalam batuan induk.

Pada umumnya bijih, mineral atau bahan galian dari tambang masih berukuran cukup besar. Sehingga sangat tidak mungkin dapat secara langsung digunakan atau diolah lebih lanjut. Bijih atau mineral dalam ukuran besar biasanya berkadar sangat rendah dan terikat dengan mineral pengotornya ( gangue ). Liberasi mineral berharga masih rendah pada ukuran bijih yang besar. Sehingga perlu dilakukan pengecilan ukuran terlebih dahulu agar dapat diolah secara maksimal (Feather and Koen, 1973).

Complete grinding plant

Tujuan liberasi bijih ini  antara lain agar :

  • Membebaskan ikatan mineral berharga dari gangue-nya.

  • Mengurangi kehilangan emas yang masih terperangkap dalam batuan induk

  • Menyiapkan ukuran umpan sesuai dengan ukuran operasi konsentrasi atau ukuran pemisahan, sehingga pada saat dilakukan proses konsentrasi mengurangi resiko kehilangan emas berlebihan

  • Mengekspos permukaan mineral emas, sehingga meningkatkan kemampuan ekstraksi emas. Untuk proses hyrometalurgi tidak perlu benar-benar bebas dari gangue.

Proses kominusi ini terutama diperlukan pada pengolahan bijih emas primer, sedangkan pada bijih emas sekunder bijih emas merupakan emas yang terbebaskan dari batuan induk yang kemudian terendapkan. Derajat liberasi yang diperlukan dari masing-masing bijih untuk mendapatkan perolehan emas yang tinggi pada proses ekstraksinya berbeda-beda bergantung pada ukuran mineral emas dan kondisi keterikatannya pada batuan induk.

Proses kominusi ini dilakukan bertahap bergantung pada ukuran bijih yang akan diolah, dengan menggunakan :

  • Roasting,  hal ini dilakukan terutama pada bijih refractory untuk mereduksi sulfur dengan suhu 450o hingga 850o C tergantung karakter batuan.

  • Crushing ( peremukan ) merupakan suatu proses peremukan ore ( bijih ) dari hasil penambangan melalui perlakuan mekanis, dari ukuran batuan tambang <40 cm menjadi <12,5 mm, misalnya dengan menggunakan

  • Jaw Crusher,

jaw chruser

  • Roll Crusher,

  • Cone Crusher,

  • Stamp Mill, dan lain-lain.

  • Grinding ( penggerusan ) Peremukan terjadi akibat adanya gaya impact yang bekerja pada bijih. Bijih yang dibanting pada benda keras atau benda keras yang memukul bijih. Gaya impact adalah gaya compression yang bekerja dengan kecepatan sangat tinggi. Dengan gaya impact,  energi yang digunakan berlebihan, berkerja pada seluruh bagian. Terjadi ketika energi yang digunakan berlebih dari yang dibutuhkan untuk peremukan. Banyak daerah yang menerima beban berlebih. Alat yang mampu memberikan gaya impact pada bijih adalah impactor, hummer mill.

 

  • Milling ( penghalusan ) merupakan proses pengecilan ukuran lanjutan hingga mencapai ukuran slurry dari hasil milling yang diharapkan yaitu minimal 80% adalah -200#. Milling atau penghalusan umumnya menggunakan gaya abrasi (abrasion) atau pengkikisan (Attrition). Alat yang dapat memberikan gaya abrasi terhadap bijih adalah :

  • Pulvalizer, merupakan mesin milling teknologi paling sederhana yang mulai ditinggalkan.

  • Ball mill, merupakan alat industry yang paling sangat dibutuhkan untuk hasil yang maksimal dalam kategori penghancuran tingkat halus karena mesin grinding ball mill ini menggunakan teknologi Balls ( bola – bola ) yang di rancang sehingga memiliki luas permukaan per unit lebih dari rod untuk menghasilkan bahan baku material yang lebih halus. Bola - bola penggiling yang terbuat dari baja, baik itu dari baja tempa, baja paduan, baja karbon tinggi atau baja cor-coran dan konsumsi berat perbola berkisar antara 0.1 sampai 1.0 kg per ton bijih tergantung dari kekerasan bijih yang akan digerus hingga halus. Pengisian bola - bola besi ini dilakukan sebesar 40 sampai dengan 50% dari volum mill (maksudnya dari volume silnder tempat penampungan material) dan sekitar 40% lagi adalah ruang kosong yang difungsikan sebagai ruang udara.

ballmill

  • Rodmill, seperti halnya dengan mesin ball mill, mesin grinding rod mill juga memliki klasifikasi jenis seperti peripheral dicharge mill, offerflow mill dan grate mill.

rodmill

 

 

 

 

 

Mesin penumbuk batu jenis STAMPLER MILL ini merupakan salah teknologi warisan Belanda yang digunakan dalam kegiatan penambangan emas di masa penjajahannya.

Teknologi mesin jadul ini masih lazim dijumpai di daerah eks tambang emas pemerintah kolonial Belanda seperti di Ratatotok, Minahasa, Sulawesi Utara, mesin ini disebut "dudutu", sedangkan di Muara Aman, Lebong, Bengkulu dikenal dengan nama "tumbuk-tumbuk".

 


 

Recent Search Terms :

PROSPECTORunited.com,  Negri Penambang, pertambangan emas,  tambang emas rakyat, gold rush, pemburu emas, penambang emas, informasi teknologi tambang, pengolahan mineral, teknologi pengolahan emas, teknologi tambang emas, proses mengolah emas dan perak.


Popular Search Terms :

pengolahan mineral, BUKU PERTAMBANGAN, tehnologi tambang, TAMBANG EMAS, lokasi tambang emas, pemburu emas, Carbon In Pulp, GOLD MINNING, GOLD REFINNING, tehnologi pertambangan, mengolah perak, jual beli emas, mendulang emas, metode CIP,


Random Search Terms :