CYANIDE / SIANIDA

Sianida ( asam sianida, asam prussiat ), memiliki kegunaan yang
tak sedikit, diantaranya di bidang pertanian, fotografi dan industri logam.
Penggunaannya untuk pengolahan mineral untuk memulihkan emas, tembaga, seng dan
perak mewakili sekitar 13% dari konsumsi sianida secara global, dengan 87% sisa
sianida yang digunakan dalam proses industri lainnya seperti plastik, perekat,
dan pestisida.
Namun, dampaknya terhadap kesehatan sangat mengerikan. Bila
terpapar zat ini, manusia dapat meninggal dalam waktu kurang dari setengah jam.
Karena sifat yang sangat beracun dari sianida, proses ini kontroversial dan
penggunaannya dilarang di sejumlah negara dan wilayah.
Dewasa ini banyak kasus pencemaran akibat limbah sianida
seringkali menjadi perhatian khusus bagi banyak pihak. Sianida sejak lama
terkenal sebagai racun karena dapat mengganggu fungsi otak, jantung, dan
menghambat jaringan pernapasan, sehingga terjadi asphyxia, yaitu orang menjadi
seperti tercekik dan cepat diikuti oleh kematian.
Sianida dalam bentuk gas paling cepat menimbulkan keracunan,
diikuti sianida dalam bentuk garam yang mudah larut atau tidak larut, dan urutan
terakhir yang berbentuk sianogen (sianida asal tanaman) (Leybell 2006). Pada
Perang Dunia II, gas sianida yang dikenal dengan nama zyklon B pernah digunakan
Jerman untuk membunuh manusia (genocidal agent). Gas sianida dengan konsentrasi
3.500 ppm (sekitar 3.200 mg/m3) dapat mematikan manusia dalam waktu satu menit
karena ion sianida dapat menghentikan sel-sel respirasi dengan cara menghambat
enzim sitokrom c oksidase (Dwork et al. 1996). Uap sianida dari bahan pemadam
kebakaran yang digunakan untuk mengatasi kerusuhan di Putin's Rusia menyebabkan
kematian lebih dari 17.000 orang selama tahun 2006 (Cyanide Poisoning Treatment
Coalition 2006).
Sifat Asam Sianida
Asam sianida murni tidak berwarna, mudah menguap sedikit di atas
suhu kamar ( 26 0C ), sangat toksik dan berbau khas. Bau ini akan
tercium bila konsentrasi lebih besar atau sama dengan 1 ppm, dan tidak berbau
lagi bila tertutup bau gaslainnya atau saraf sensoris orang telah
rusak/lumpuh.Berat molekulnya ringan, sukar terionisir, dan mudah berdifusi.
Oleh karena itu gas sianida mudah terhisap melalui saluran pernafasan ( paru
paru ), saluran pencernaan, dan kulit
Sumber sumber Sianida
1. HCN ( Hydrogen Sianida ) terdapat pada : Gas gas penerangan,
sisa sisa pembakaran.
2. Hydrocyanic Acid ( Prussic Acid ) berbentuk cairan, dapat
tercampur dengan air dalam segala proporsi, dapat diuraikan dengan cepat,
larutan netral atau alkali dengan menghasilkan ammomiak.
Dua bentuk Prussic Acid :
-
Dalam bentuk larutan dengan kadar 4% ( Scheele’s Axid )
-
Dalam bentuk larutan dengan kadar 2% ( Acid Hydrocyanicum dilutum
), dan bentuk inilah yang banyak digunakan di laboratorium.
Gas
gas ini juga dapat dibentuk dari proses destilasi KCN atau Kalium Fero Cyanida
dengan asam sulfat.
3. Di alam, asam sianida terdapat pada tumbuh
tumbuhan yang mengandung amygdalin. Misalnya, singkong, ubi, biji buah apel,
peer, aprikot. Lebih dari 2.000 spesies tanaman mengandung glikosida sianogen
dengan 25 macam sianogennya dan kandungan sianidanya bervariasi. Sebenamya
sianogen bersifat nontoksik, tetapi proses hidrolisis oleh enzim yang terdapat
dalam tanaman itu sendiri dapat menghasilkan sianida yang toksik (Kwok 2008).
Dimana bentuk sianida alami ditemukan dalam tanaman yang mengandung sianogen
glikosida berikut enzimnya yang akan berfungsi melepaskan (hidrolisis) sianida
pada waktu dicerna.
Kegunaan
Asam sianida banyak dipakai di laboratorium laboratorium,
terutama dalam bentuk larutan dengan kadar 2%. Hydrocyanida Acid ( Prussic Acid
) banyak di pakai untuk berbagai reaksi proses kimia sintesis, tetapi terbanyak
diperdagangkan untuk fumigasi membunuh binatang, kuman, kutu dan tikus tikus
pada ruangan, gudang dan kapal kapal.
Dalam bentuk garamnya seperti KCN, NaCN, AgCN, digunakan untuk
keperluan fotografi, penyempuhan logam dan pewarnaan. Pada penyepuhan logam,
Asam sianida digunakan dalam proses pembersihan, pengerasan dan penyempuhan
logam logam untuk mendapatkan emas murni dari biji biji logamnya.
Asam sianida digunakan dalam proses pembersihan, pengerasan dan
penyempuhan logam logam untuk mendapatkan emas murni dari biji biji
logamnya.
Berikut masing-masing kegunaan garam sianida :
-
KCN : Garam ini ( dalam perdagangan ) mengandung 90% chloride,
carbonate, cyanida dari kalium. Digunakan untuk proses proses reaksi kimia,
perusahaan perusahaan listrik, dan fotografi. Tetapi sekarang banyak dipakai
garam kalsium dan garam natrium yang lebih murah harganya.
-
Ca(CN)2 : bersifat
mudah larut dalam air dan digunakan sebagai bahan pupuk, yaitu urea (Guthner
dan Mentschenk, 2006).
-
NaCN : Digunakan oleh perusahaan perusahaan metalurgi, listrik,
pengerasan biji bjiji logam, penyamakan dan perusahaan perusahaan cat.
-
AgCN : Digunakan oleh perusahaan perusahaan perak karena sifatnya
yang tidak larut dalam air, cepat diuraikan oleh asam lambung dan menghasilkan
asam hydrosianida.
Derivat-derivat sianida
-
Acrylonitrile ( CH2
= CHCN ) : digunakan dalam proses pebuatan karet sintesis.
-
Cyanamida ( HN = C = HN ) : digunakan
untuk pupuk buatan dan sebagai sumber hydogen cyanida.
-
Nitro Prusida (Fe (CN)5
(ON) : digunakan untuk pembuatan bahan bahan kimia sintesis.
Pathophysiology
Racun
sianida menghambat enzim cythochrom oxydase pada
penggunaan oksigen di sel sel tubuh. Enzim lain juga
terhambat, tetapi pengaruhnya kecil. Jelasnya, sianida
mempunyai aktivitas yang kuat terhadap enzim pernafasan, yakni enzim
cythchrom
oxydase, dimana cynida mengikat F3 yang terdapat pada enzim tersebut.
Akibatnya,
terjadi gangguan peredaran dan penggunaan oksigen dalam sel sel
tubuh,sehingga kadar O2 dalam darah ( HbO )
tinggi. Manifestasinya; pertama tama ditandai dengan
meningkatnya pernafasan tubuh akibat terpengaruhnya chemoreceptor di
carotic body dan pusat pusat pernafasan. Pada akhirnya
dapat terjadi paralysa dari semua sel sel tersebut dengan
akibat kelumpuhan total dari pernafasan. mengakibatkan anoxia, walaupun
kadar O2 dalam darah ( HbO ) tinggi.
Bentuk Bentuk Keracunan
Gejala
keracunan sianida umumnya terjadi dalam 15-20 menit setelah mengkonsumsi
sianida dalam bentuk garam (KCN, NaCN) atau dalam waktu sangat cepat
(akut), sekitar 2-3 menit setelah menghirup sianida dalam bentuk gas
(HCN). Gejala keracunan sianida adalah susah bernafas, denyut nadi
cepat, lemah, tremor, mata terbelalak, kembung dan kadang-kadang terjadi
salivasi dan muntah, kejang-kejang,dan lapisan mukosa berwarna merah
terang (Osweiler, 1976; Clarke, 1977; dan Robson, 2007).
A.
Keracunan akut
Golongan
sianida : Sianogen chlorida ( ClC = N ), Acetonitril ( H3CN
)
Ingesti /
Inhalasi : bila konsentrasi gas minimal 10 x M.L.D. Maka, segera timbul
penurunan kesadaran, convulusi dan akan meninggal dalam 15 menit. Bila
mendekati M.L.D. akan segera timbul gejala gejala : dizziness, pusing
pusing, pernafasan cepat, rasa ngantuk, tensi turun, pols cepat, tidak
sadar dan akan mati dalam keadaan kejang kejang dalam waktu 1 jam,
kecuali bentuk garam Na Nitroprusid dalam waktu 12 jam
Acrylonitril, Inhalasi : mual-mual, muntah muntah, diare, kelemahan,
pusing pusing dan jaundice. Kontak Kulit : Blistering ( lepuh lepuh )
pada kulit dan ini bukan merupakan gejala umum.
Ca-sianida. Ingesti : Flustering ( merah merah ) pada kulit dan membrana
mucosa, pusing pusing, dizziness dan tensi turun.
B.
Kronis
Keracunan
kronis menimbulkan malaise dan iritasi. Inhalasi : dizziness,
kelemahan, kongesti paru-paru, berat badan turun, mental retardation.
Laboratorium
Ditemukan
adanya konsentrasi tinggi sianida pada jaringan tubuh. Misalnya, darah,
hati, ginjal. Sedang pada air seni konsentrasinya rendah. Pada umumnya
konsentrasi sianida dalam isi lambung / hati lebih tinggi pada keracunan
per oral bila dibandingkan dengan per inhalasinya. Sebenarnya pada
keracunan yang fatal tidak menunjukkan ciri ciri khas, hanya bau amandel
dapat terbau pada waktu dilakukan autopsi. Pada keracunan Na dan
K-sianida, dapat menimbulkan congesti dan korosi pada mucosa trac
digestifus.
|
|

Senyawa sianida termasuk bahan beracun berbahaya (B3), banyak
digunakan dalam berbagai industri seperti serat sintetik (akrilonitril),
petrokimia, baja, pertambangan dan pelapisan logam (electroplating).
Dalam kehidupan sehari-hari ditemukan uap sianida asal rokok
sekitar 0,06 ug/m1 dalam darah perokok pasif dan 0,17 gg/m1 pada perokok aktif.
Produksi plastik juga menghasilkan sianida dari nitril yang dilepaskan pada saat
pembakaran (pemanasan) dan sangat berbahaya bagi kesehatan pekerja (Centers for
Disease Control and Prevention 2004).
Recent Search Terms :
PROSPECTORunited.com,
Negri Penambang, pertambangan emas, tambang emas
rakyat,
gold rush, pemburu emas, penambang emas, informasi teknologi
tambang, pengolahan mineral,
teknologi pengolahan emas, teknologi tambang emas,
proses mengolah emas dan perak.
Popular Search Terms :
pengolahan mineral, BUKU PERTAMBANGAN, tehnologi tambang,
TAMBANG EMAS, lokasi tambang emas, pemburu emas, Carbon In Pulp, GOLD
MINNING, GOLD REFINNING, tehnologi pertambangan, mengolah perak, jual beli
emas, mendulang emas, metode CIP,
Random Search Terms :
|