HOME  SERVICES  KATALOG  DOWNLOADS  SUPPORT

    


Translate / Pilih Bahasa :
         


 
 
 

ARTIKEL :



 

 

 

 

 

ZINC PRECIPITATION RECOVERY

( MERILL CROWE PROCESS )

 

Salah satu proses pemisahan emas ( gold recovery ) dari larutan kaya / PLS ( Pregnant Liquid Solution ) yaitu dengan metode pengendapan dengan menggunakan serbuk Zn ( Zinc precipitation  / zinc cementation ) pertama kali dikenalkan oleh Sulman and Teed ( 1895 ).  Dasar penggunaan metode ini adalah afinitas elektron logam zinc jauh lebih tinggi dari pada logam emas dan perak, maka logam emas dan perak akan mengendap dan digantikan oleh zinc yang larut.

Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

2 Zn + 2 NaAu(CN)2 + 4 NaCN +2 H2O → 2 Au + 2 NaOH + 2 Na2Zn(CN)4 + H2
2 Zn + 2 NaAg(CN)2 + 4 NaCN +2 H2O → 2 Ag + 2 NaOH + 2 Na2Zn(CN)4 + H</2

Kelebihan ion sianida bebas di larutan akan mengubah zinc II sianida menjadi larutan garam kompleks zinc sianida
Zn(CN)
2 + NaCN → Na2[Zn(CN)4]
Garam tak larut AuCN dan AgCN selanjutnya dapat mengendap menjadi logam emas dengan kehadiran logam zinc ataupun senyawa oksidanya.
2 AuCN + Zn → 2 Au + Zn(CN)
2
2 AgCN + Zn → 2 Ag + Zn(CN)2

Penggunaan serbuk seng ( Zinc dust ) merupakan salah satu cara yang efektif untuk larutan yang mengandung konsentrasi emas yang sangat halus mulai dari beberapa micron hingga 50 micron. Serbuk seng -200 mesh  yang ditambahkan ke dalam zinc box berisi larutan kaya, akan mengendapkan logam emas dan perak dalam bentuk ikatan seng emas yang berwarna hitam. 

Selain serbuk seng ( zinc dust ), varian / bentuk seng lainnya yang dapat digunakan yaitu zinc noodle atau zinc foil.

Proses pengambilan emas-perak dari larutan kaya dengan menggunakan serbuk Zn ini disebut “Proses Merill Crowe” yang ditemukan oleh Merill Crowe pada tahun 1907. Proses recovery dengan metode ini akan sangat efektif apabila ratio kandungan perak lebih tinggi dibandingkan emas (antara 5:1 hingga 20:1) (van Zyl . 1988).

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses Zinc precipitation / zinc cementation :

  • Padatan/partikel lumpur yang ikut mengendap bersama presipitan tentu akan menyulitkan proses finishing berikutnya, oleh karenanya sebelum proses presipitasi sebaiknya lakukan filtrasi untuk memisahkan antara padatan dengan larutan, pada tahapan ini biasanya menggunakan bantuan alat filter press.

  • Kemudian dilanjutkan proses penjernihan melalui.CCD Thickener (Counter Current Decantation).

  • Turunkan konsentrasi oksigen terlarut (DO). Konsentrasi oksigen yang tinggi akan mengganggu proses reduksi pada emas sehingga menghambat proses presipitasi.  Untuk itu sebaiknya lakukan de aeration menggunakan mesin vacum untuk menurunkan oksigen terlarut  0,5 s/d 1 ppm agar proses presipitasi menjadi efektif.

  • Kontrol pH pada kondisi 9 - 12,  apabila pH berada di bawah atau di atas kondisi tersebut proses presipitasi menjadi sangat lambat bahkan berhenti. Kondisi optimum berada pada kisaran pH 10,5 dan 11 ,9.

  • Tambahkan  ion Pb2+ 10 mg/l dengan menggunakan Lead Acetate atau Lead Nitrate untuk mempercepat reaksi.

  • Kontrol free cyanide pada kisaran  0,006 hingga 0,015 %

kompartemen

Proses selanjutnya dilakukan penambahan asam sulfat (H2SO4) pada endapan tersebut yang akan melarutkan seng dan meninggalkan emas sebagai residunya. Kemudian endapan emas tersebut dicampur dengan borax pada temperatur 1.200oC, bila perlu tambahkan potassium nitrate (KNO3) untuk mengoksidasi seng yang masih tersisa.

 

 

 

 

Prinsip pengendapan ini mendasarkan deret Clenel, yang disusun berdasarkan perbedaan urutan aktivitas elektro kimia dari logam-logam dalam larutan cyanide, yaitu :

Li - K - Ba - Sr - Ca - Na - Mg - Al - Mn - Zn - Cr - Fe - Cd - Co - Ni - Sn - Pb - H - Sb - Bi - Cu - Mo - Hg - Ag - Pd - Pt - Au

Dari deret di atas, dari kiri ke kanan unsur-unsur logam makin sulit bereaksi, sebaliknya dari kanan ke kiri, logam-logam makin reaktif dan mudah bereaksi. Artinya, setiap logam yang berada disebelah kiri dari ikatan kompleks sianidanya dapat mengendapkan logam yang digantikannya. Jadi sebenarnya logam apapun bisa dipakai asalkan lebih mudah teroksidasi (potensial reduksinya lebih kecil) daripada logam yang ingin diendapkan. Penggunaan logam selain Zn, seperti Cu juga bisa mendesak Au dan Ag, (Moldenhauer, 1893) dan dapat juga dipakai, tetapi karena harganya lebih mahal maka lebih baik menggunakan Zn.

 


 

Recent Search Terms :

PROSPECTORunited.com,  Negri Penambang, pertambangan emas,  tambang emas rakyat, gold rush, pemburu emas, penambang emas, informasi teknologi tambang, pengolahan mineral, teknologi pengolahan emas, teknologi tambang emas, proses mengolah emas dan perak.


Popular Search Terms :

pengolahan mineral, BUKU PERTAMBANGAN, tehnologi tambang, TAMBANG EMAS, lokasi tambang emas, pemburu emas, Carbon In Pulp, GOLD MINNING, GOLD REFINNING, tehnologi pertambangan, mengolah perak, jual beli emas, mendulang emas, metode CIP,


Random Search Terms :