HOME  SERVICES  KATALOG  DOWNLOADS  SUPPORT

    


Translate / Pilih Bahasa :
         


 
 
 

ARTIKEL :



 

 

 

 

 

  1. Karbon aktif.

    Definisi karbon aktif ( activated carbon ) berdasarkan pada pola strukturnya adalah suatu bahan yang berupa karbon amorf yang sebagian besar terdiri dari karbon bebas serta memiliki permukaan dalam sehingga memiliki daya serap yang tinggi. 

    Tahapan proses produksi karbon aktif adalah diawali dengan tahapan proses karbonisasi, dilakukan pada suhu antara 300 – 900 derajat Celcius, proses selanjutnya adalah crushing, pengayakan/seive fractination, Granulasi untuk mendapatkan produk jenis butiran dan atau ekstrusi untuk mendapatkan produk jenis pelet, sedangkan produk jenis powder didapat langsung dari pengayakan. Proses aktivasi baru dilakukan terhadap tiap-tiap jenis produk tersebut diatas pada suhu antara 800 sampai 900 derajat Celcius. Pada proses aktivasi ini akan berlangsung secara berkesinambungan karena reaksi karbon menjadi CO2 adalah eksotermis. Proses aktivasi dilakukan dalam rotary kiln suhu tinggi, pada tekanan steam 1 atmosfer, proses aktivasi tersebut dapat dimanipulasi untuk menghasilkan karakteristik produk yang diinginkan. Konsentrasi steam,temperatur proses dan konsentrasi CO2 dapat dioptimasi untuk pembentukan pori-pori dan mempengaruhi distribusi ukuran pori-pori.(developed porous structure), selanjutnya karbon ditreatmen dengan oksidasi gas : Steam, CO2, dan O2 pada suhu elevasi. Di dalam proses aktivasi karbon mengalami reaksi dengan zat pengoksidasi dan hasil reaksi CO menghamburkan pembentukan luas permukaan karbon. Akibat gasifikasi dari partikei karbon, granul atau butiran membentuk pori-pori dalam pada karbon, maka inilah yang disebut karbon aktif (Activated Carbon) .

    Di bawah ini adalah spesifikasi yang perlu diperhatikan dalam memilih karbon aktif untuk adsorbsi emas :
    1. Hardness/attrition resistant
    2. Activity
    3. Total gold capasity adsorption
    4. Shape and size distribution
    5. Ash content
    6. Bulk Density
    7. Moisture
    8. Surface area
    9. %-Carbon Tetrachloride ( CTC / CCl4 )
    10. %-w/wt Benzene adsorption

    Karbon aktif yang berkualitas baik sangat menentukan hasil produksi emas yang diperoleh. Karbon aktif yang baik memiliki : struktur pori-pori yang alami, tingkat ketahanan yang tinggi  (higher resistence) terhadap gesekan, tingkat kekerasan yang tinggi (higher hardness) dan bentuk yang seragam serta memiliki CTC yang cukip tinggi.

    Pilih karbon aktif yang tingkat kekerasannya (hardness) tinggi (up to 99%) sehingga tidak mudah pecah dan kandungan abunya (ash content) rendah (max 3%). Pecahan karbon maupun abu karbon mampu mengabsorbsi emas dengan baik namun kondisi ini tentu akan sangat merugikan karena pecahan karbon yang halus maupun abunya akan ikut hanyut terbuang saat dilakukan botoyong.

    Jika menggunakan karbon aktif yang memiliki CTC rendah, emas yang terabsopsi dalam karbon aktif akan mudah terlepas lagi saat proses pencucian karbon / botoyong. CTC yang disarankan sebaiknya 50%-60%. Untuk menghasilkan karbon CTC tinggi harus menggunakan kiln yang berputar dan datar serta kontrol temperatur yang akurat. Karbon yang belum melalui proses kiln biasanya hanya memiliki CTC 10 - 20 %. Hendaknya teliti dalam memilih karbon aktif karena secara kasat mata kita tidak dapat membedakan mana karbon aktif yang memiliki CTC rendah dan mana yang CTC  nya tinggi, untuk itu disarankan untuk menggunakan karbon aktif yang diketahui jelas asal usul pabriknya dan sistem jaminan kualitasnya untuk menghindari karbon aktif yang memiliki CTC rendah.

karbon aktif

    Biasanya dalam metode CIP menggunakan karbon aktif granular dengan ukuran 6x12  atau 6x16 mesh, sedangkan ukuran 6x16 atau 12x30 mesh digunakan dalam metode CIC. Konsentrasi penggunaan karbon dalam metode CIP adalah 10-25 gram per liter pulp (0.5 sampai 1,2% karbon dari volume).

  1. Bentuk tangki agitator

    Tangki agitator harus seimbang agar pergerakan pulp/lumpur dan karbon aktif tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Karena kalau terlalu cepat senyawa kompleks emas-sianida tidak optimum terserap oleh karbon aktif dan bila terlalu lambat, pulp/lumpur akan mengendap yang menyebabkan sianida dan karbon akan terperangkap ke dalam pulp/lumpur.

tong pengolahan emas sianida

    Tangki agitator bentuk kerucut dapat menjadi pilihan yang ideal untuk mengatasi masalah di atas. Namun kelemahan model ini memiliki kapasitas yang relatif terbatas (maksimal kapasitas yang disarankan 10 ton), karena bentuk tabung yang tinggi dan ramping.

tangki pengolahan emas kerucut

     

  1. Ore / rep.

    Konsentrasi emas dalam ore sangat menentukan hasil produksi. Ore hasil tambang sangat bervariasi, ada yang berupa pasir, batu keras (kuarsa), batu lunak (domato), lempung (clay), dan lumpur.

persediaan ore lumpur

    Secara umum, agar partikel emas dapat cepat larut, pulp/slurry untuk keperluan produksi dibutuhkan ore dari hasil milling  80 - 90% -200 mesh (-74 micron) dengan  kepadatan 40 - 50%-solid. Partikel emas 45 micron akan larut dalam 10 - 13 jam, sementara   partikel emas 150 micron mungkin memakan waktu 20 - 44 jam untuk larut dalam solusi yang sama.

  1. Retention Time ( Waktu Tinggal )

  2. Waktu yang dibutuhkan untuk proses pelarutan tergantung ukuran butiran emas, misal untuk melarutkan emas dengan ukuran 45 mikron butuh waktu antara 10 hingga 13 jam, sedangkan emas dengan ukuran 150 mikron membutuhkan waktu antara 20 hingga 44 jam. Adapun proses absorpsi emas ke dalam pori-pori karbon aktif  bukan melalui proses kimiawi melainkan kontak secara fisik. Semakin lama waktu tinggal untuk reaksi maka recovery bisa meningkat namun kapasitas produksi yang menurun sedangkan biaya produksi meningkat.

  1. Temperatur

    Semakin tinggi temperatur maka kecepatan reaksi meningkat, dan emas akan lebih cepat terserap ke dalam karbon aktif, namun dalam ektraksi emas dengan kualitas rendah (low grade pulp/lumpur) disarankan untuk meningkatkan temperatur selama proses leaching pada kisaran 21o C hingga 45o C. Jika melebihi temperatur tersebut maka laju reaksi akan menurun. Hal ini disebabkan oleh menurunnya laju kelarutan oksigen sehingga konsentrasi DO (oksigen terlarut) akan semakin menurun.

     

     

    Hal 01 / Sebelumnya / Hal 03

 

 

 

 


Karbon aktif memegang peranan yang sangat penting baik sebagai bahan baku maupun sebagai bahan pembantu pada proses industri dalam meningkatkan kualitas atau mutu produk yang dihasilkan.

Karbon aktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak dengan karbon tersebut. Dalam waktu 60 jam biasanya karbon aktif tersebut  manjadi jenuh dan tidak aktif lagi.

Pada umumnya karbon aktif digunakan sebagai bahan pembersih, dan penyerap, juga digunakan untuk menghilangkan gas beracun, bau busuk, dan asap. Selain itu, juga mempunyai kemampuan yang sangat baik untuk menyerap senyawa-senyawa yang tidak diinginkan dan membantu menyempurnakan proses penyaringan untuk membersihkan air buangan dari pencemar warna, bau, zat beracun, dan logam berat.

Sebagai filter, karbon aktif banyak digunakan untuk menjernihkan air, pemurnian gas, industri minuman, farmasi, katalisator, dan berbagai macam penggunaan lain.

 


 

Recent Search Terms :

PROSPECTORunited.com,  Negri Penambang, pertambangan emas,  tambang emas rakyat, gold rush, pemburu emas, penambang emas, informasi teknologi tambang, pengolahan mineral, teknologi pengolahan emas, teknologi tambang emas, proses mengolah emas dan perak.


Popular Search Terms :

pengolahan mineral, BUKU PERTAMBANGAN, tehnologi tambang, TAMBANG EMAS, lokasi tambang emas, pemburu emas, Carbon In Pulp, GOLD MINNING, GOLD REFINNING, tehnologi pertambangan, mengolah perak, jual beli emas, mendulang emas, metode CIP,


Random Search Terms :